Kisah Heroik Perlawanan Pemuda Semarang Lawan Tentara Jepang dalam Pertempuran 5 Hari

Ahmad Antoni
Dari kiri-kanan: Budanco Munadi (mantan Gubernur Jateng), Wongsonegoro (Wakil Residen Semarang), dan Jatikusumo. (foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Momentum 14 Oktober 1945  menjadi tonggak sejarahperjuangan rakyat Semarang dalam mempertahankan Kemerdekaan RI. Ya, 76 tahun yang lalu, rakyat Semarang bersatu melawan tentara Jepang yang masih menginjak Kota Semarang.

Waktu itu, Minggu (14/10/1945) sekitar pukul 09.00 WIB para pemuda dipimpin Mr Wongsonegoro yang saat itu menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mendatangi markas Kido Butai di Jatingaleh bersama ratusan pemuda untuk meminta penyerahan senjata Jepang. 

Para pemuda menganggap, sejak Jepang kalah dari Sekutu akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, maka kekuasaan Jepang atas Indonesia runtuh. Mereka menagih janji Jepang sebagai saudara tertua dengan menyerahkan persenjataan yang dimiliki sebagai bekal perjuangannya mempertahankan Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Akan tetapi Jepang yang ada di luar Semarang dengan Jepang Kido Butai yang bermarkas di Jatingaleh berbeda. Pasukan Kido Butai pimpinan Mayor Kido tak mau menyerahkan senjata. Alasannya karena pasukan Kido merupakan bala tentara yang memiliki kualifikasi khusus atau semacam pasukan tempur komando. Jadi tabu menyerahkan senjata begitu saja tanpa peperangan.

Para pemuda pun marah dan Mayor Kido mengambil siasat untuk menenangkan pemuda dan agar tak jadi pertikaian. Akhirnya senjata-senjata yang rusak diserahkan pada pemuda. Pemuda pun kegirangan tanpa menyadari kalau senjata yang diserahkan dalam kondisi rusak.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
21 jam lalu

Tersinggung Diklakson, Pemotor di Semarang Pukul Pengemudi Mobil hingga Dahi Robek

23 jam lalu

Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal usai Laga di Porprov Jateng

6 hari lalu

Polisi Tangkap Sejumlah Orang saat Aksi Demo Mahasiswa di Simpang Lima Semarang

12 hari lalu

Rumah Pati Akpol Rusak Parah Imbas Proyek Tetangga, Kasusnya Mangkrak 4 Tahun

14 hari lalu

Bupati Klaten Dikabarkan Kena OTT KPK, Ahmad Luthfi: Kalau Itu Benar, Saya Prihatin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal