Kisah Kampung Balong, Permukiman Warga Tionghoa Pertama di Kota Solo

Ahmad Antoni
Suasana Kampung Balong di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. (Ist)

Perubahan ini disebabkan adanya perkawinan campur dengan Jawa, dan penerimaan kebijakan asimilasi masa Orde Baru. Keberadaan warga Tionghoa di Solo itu dilakukan bertahap migrasi. 

Pada gelombang pertama, ada beberapa biksu yang masuk ke Solo. Tapi kedatangan mereka dilakukan secara bergantian. Gelombang kedua, ketika zaman Dinasti Ming, termasuk penyebaran Islam ke Nusantara. 

Pada gelombang ini mayoritas pria, perempuannya sedikit. Kemudian gelombang ketiga itu, yang datang suami istri.  Sehingga kemudian melahirkan apa yang disebut Tionghoa peranakan. Yang di Kampung Balong atau Sudiroprajan dan sekitarnya kebanyakan Tionghoa peranakan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
11 hari lalu

Kecelakaan di Pantura Batang, Sopir Diduga Mengantuk Tabrak Truk Mogok

16 hari lalu

Ngeri! Penjual Sayur Keliling di Kebumen Dibacok Warga, Luka di Leher dan Tangan

22 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Jalan Grobogan, Warga asal Ciamis

23 hari lalu

Truk Kontainer Bawa Paket Terbakar di Tol Solo-Ngawi, Api Merembet Dekati Permukiman

24 hari lalu

Densus 88 Tangkap Pemuda di Solo Diduga terkait Terorisme, Keluarga Minta Penjelasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal