Kisah Kampung Balong, Permukiman Warga Tionghoa Pertama di Kota Solo

Ahmad Antoni
Suasana Kampung Balong di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. (Ist)

Perubahan ini disebabkan adanya perkawinan campur dengan Jawa, dan penerimaan kebijakan asimilasi masa Orde Baru. Keberadaan warga Tionghoa di Solo itu dilakukan bertahap migrasi. 

Pada gelombang pertama, ada beberapa biksu yang masuk ke Solo. Tapi kedatangan mereka dilakukan secara bergantian. Gelombang kedua, ketika zaman Dinasti Ming, termasuk penyebaran Islam ke Nusantara. 

Pada gelombang ini mayoritas pria, perempuannya sedikit. Kemudian gelombang ketiga itu, yang datang suami istri.  Sehingga kemudian melahirkan apa yang disebut Tionghoa peranakan. Yang di Kampung Balong atau Sudiroprajan dan sekitarnya kebanyakan Tionghoa peranakan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Cari Ikan di Sungai, Warga Purbalingga Temukan Mayat Pria Tersangkut Jaring

7 hari lalu

Kecelakaan Kerja Lift Jatuh di Solo, 1 Pekerja Bengkel Tewas dan 1 Terluka

13 hari lalu

2 Bocah yang Hilang Tenggelam di Sungai Banjarnegara Ditemukan Tewas

18 hari lalu

Setahun Mozza Hilang, Sang Ayah Ungkap Pesan Haru Berharap Anaknya Pulang

19 hari lalu

Terungkap! Ini Alasan Kejati Pulbaket Semua SPPG di Jateng, Termasuk Milik Polri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal