Kisah Perjuangan Sanjoto, Pengawal Jenderal Soedirman di Medan Gerilya Surakarta-Wonogiri

Ahmad Antoni
Sanjoto mengisahkan perjuangannya mengawal Panglima Besar Jenderal Soedirman saat perang gerilnya 1948. (Ist)

Perang bagi Sanjoto harus menghadapi kenyataan menjadi orang yang beringat. Meski bertentangan dengan rasa manusiawi, tapi kadang harus dilakukan daripada menjadi korban dan kehilangan kehormatan.

Sanjoto mengingat betapa sadisnya angkatan udara Belanda dengan pesawat Cocor Merahnya memberondong memberondong tembakan saat dia  menyeberangkan pengungsi dan pejuang di Sungai Bengawan Solo. Saat itu banyak yang gugur dan air sungai itu seketika jadi merah darah," kenangnya.

Dalam momentum Hari Pahlawan 2022 ini, Sanjoto mengaku bersyukur, perang sudah berlalu. Indonesia sudah maju dan pembangunan berjalan. 

"Saya berharap jangan ada perang, kita jaga perdamaian. Jangan mau diadu domba untuk perang. Karena perang akan menyengsarakan semua pihak," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
30 hari lalu

Jatuh ke Sungai Bengawan Solo saat Setrum Ikan, Warga Bojonegoro Ditemukan Tewas

3 bulan lalu

Solo Geger! Banjir Aneh Airnya Berwarna Merah, kok Bisa?

6 bulan lalu

1 Desa di Lamongan Terendam Banjir selama Sebulan, Warga Terpaksa Gunakan Perahu

8 bulan lalu

Hari Pahlawan, Grand Mercure Malang Mirama Beri Penghargaan pada Orang Tua Disabilitas

9 bulan lalu

Peringati Hari Pahlawan, Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Pertahankan Kemerdekaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal