Awalnya, dia harus beradu argumen dengan istrinya saat memulasarkan jenazah Covid-19. Namun dirinya bisa meyakinkan istrinya untuk menolong memulasarakan jenazah
"Awalnya saya ribut sama istri karena takut terpapar saat memandikan jenazah. Tapi saya bilang yang saya lakukan untuk menolong orang," ujarnya.
Berbekal ilmu pemulasaran jenazah Covid-19 yang dimiliki, dia memberanikan diri. "Saya menggunakan APD dirangkap jas hujan, dirangkap jaket polisi, sepatu boot saat memandikan jenazah,” kata Andi.
“Masker saya rangkap tiga, pakai face shield juga. Yang saya tidak punya itu sarung tangan, maka saya lalu meminta tetangga yang merupakan petugas Puskesmas," katanya.
Dia telah mengetahui banyak risiko yang harus dihadapinya saat memulasarakan jenazah. Dirinya dengan telaten memandikan jenazah.