Mahasiswa UNS Ciptakan Celana Apung Batik untuk Mitigasi Kondisi Darurat

Ary Wahyu Wibowo
Celana apung batik yang diciptakan mahasiswa UNS Solo untuk menanggulangi kecelakaan air. Foto: Ist.

Adanya inovasi celana apung bukan hanya berpotensi untuk mengurangi risiko banjir, namun juga menjadi peluang untuk variasi baru pariwisata air. Selain itu, produk celana apung menggunakan motif batik megamendung. 

Batik megamendung mengandung makna melindungi dan mengayomi. Penggunaan motif batik megamendung pada produk celana apung juga didukung Dr Djoko Sulaksono, Kaprodi Pendidikan Bahasa Jawa. 

“Batik megamendung memiliki makna filosofi bahwa manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsunya di keadaan apapun, seperti halnya awan redup yang membuat kedamaian situasi,” kata Djoko. 

Pemilihan motif batik megamendung dalam produk celana apung dapat menjadi salah satu sarana pengenalan dan pelestarian warisan budaya adiluhung. Hal itu merupakan langkah yang sangat bagus.  

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci, Rodiah Asal Solo

57 tahun lalu

Momen Jokowi Bagi-Bagi THR dan Sembako di Solo, Warga Antusias: Alhamdulillah Senang Banget

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,5 Guncang Bantul Jogja, Getaran Dirasakan Kuat hingga Solo

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif Solo Surabaya, Pilihan Terbaik Hindari Macet Parah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal