Makna Dugderan, Tradisi di Semarang yang Jadi Sarana Dakwah Islam

Tim iNews.id
Tradisi Dugderan digelar setiap menjelang datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang. (foto Ahmad Antoni)

Tradisi dugderan digelar 1-2 minggu sebelum Ramadhan, terdiri atas tiga rangkaian acara. Meliputi pasar malam, prosesi pengumuman awal bulan Ramadhan, dan kirab budaya warak ngendok. Pasar malam untuk menyemarakkan budaya yang sudah berlangsung ratusan tahun. 

Di pasar malam, beraneka barang dijual, mulai dari makanan hingga kebutuhan rumah tangga. Pada puncak perayaan, setelah mendengar kemeriahan bedug dan petasan, masyarakat kemudian berkumpul di Alun-alun Masjid Kauman, kata sambutan dan pengumuman awal bulan Ramadhan disampaikan Bupati Semarang dan Imam Masjid Besar.

Setelah itu, diadakan kirab budaya warak ngendok yang menjadi ikon dugderan. Warak ngendok berasal dari dua kata, yakni warak dari bahasa Arab “wara'” yang berarti suci dan ngendok artinya bertelur. Dua kata diartikan sebagai siapa saja yang menjaga kesucian di bulan Ramadhan, akan mendapatkan pahala di hari lebaran. Ikon warak ngendok bentuknya perpaduan antara kambing pada bagian kaki, naga pada bagian kepala dan buraq di bagian badan. 

Saat zaman kolonial Belanda, perayaan dipusatkan di kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman). Lokasinya berada di pusat kota lama Semarang dekat Pasar Johar. Warak ngendog kini bukan hanya menjadi ikon arak-arakan dalam tradisi dugderan. Namun juga merepresentasikan kerukunan masyarakat Semarang.

Pelaksanaannya kini diadakan seminggu sebelum bulan Ramadhan dan berlangsung selama seminggu hingga H-1 bulan puasa. Hal ini menjadi kesempatan para pedagang menjual cendramata atau makanan, sehingga wisatawan banyak datang untuk menikmati. 

Demikian ulasan mengenai makna dugderan. Semoga bermanfaat. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
2 hari lalu

Tragis! Lutung Jawa Tersetrum Listrik hingga Tangan Nyaris Putus di Semarang

2 hari lalu

Pohon Besar Tumbang Timpa SDN Sendangmulyo 3 Semarang, Atap Bangunan Rusak

9 hari lalu

Terekam CCTV! Pemuda di Semarang Diserang Celurit lalu HP Dirampas di Depan Rumah

10 hari lalu

Tragis! Ayah Naik Motor Bonceng 2 Anak ke Sekolah Tertabrak Kereta di Semarang, 1 Tewas

16 hari lalu

Meriah! MPLS di SDN Purwoyoso 1 Semarang Undang Badut Sirkus meski Hanya Dapat 3 Siswa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal