BLORA, iNews.id - Kemarau panjang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga. Para perajin bata merah juga ikut merasakan dampaknya karena air menjadi bagian penting dalam proses pengolahan bahan baku.
Kondisi ini dialami para perajin bata di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen. Untuk mendapatkan air, mereka harus mendatangi sumur sendang yang lokasinya hampir 2 kilometer dari tempat produksi.
Menggunakan sepeda motor, para perajin membawa tiga jeriken setiap kali mengambil air. Air tersebut kemudian digunakan untuk membasahi tanah yang menjadi bahan dasar batu bata agar lebih lunak dan mudah dibentuk.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat tanah mengeras. Akibatnya, kebutuhan air untuk mengolah tanah menjadi lebih banyak dibandingkan kondisi normal.
Sarmidi, salah seorang perajin bata merah mengatakan, keterbatasan air membuat proses produksi menjadi lebih berat. Dia bersama istrinya harus meluangkan waktu dan tenaga tambahan untuk mencari air, tetapi tetap berusaha mempertahankan produksi.