Masa Sulit Perajin Bata di Blora di Tengah Kemarau Ekstrem, Tempuh 2 Km untuk Dapatkan Air

iNews
Di tengah kemarau ekstrem, perajin batu bata Blora harus menempuh 2 km untuk mendapatkan air demi menjaga produksi tetap berjalan. (Foto: iNews Blora).

Dalam sehari, Sarmidi masih mampu mencetak sekitar 700 batu bata merah. "Kalau musim kemarau memang air sulit, tetapi untuk pengeringan batu bata lebih cepat," kata Sarmidi dikutip dari iNews Blora.

Di balik kesulitan memperoleh air, cuaca panas justru memberikan keuntungan bagi proses pengeringan. Batu bata yang telah dicetak dapat lebih cepat kering sehingga siap memasuki tahap pembakaran.

Setelah proses produksi selesai, batu bata milik Sarmidi biasanya langsung diambil oleh pengepul maupun toko bangunan. Dalam satu kali pembakaran, ia dapat menghasilkan sekitar 13.000 batu bata merah yang siap dipasarkan.

Bagi perajin batu bata, kemarau panjang menjadi kondisi yang serba berlawanan. 

Keterbatasan air menyulitkan proses pengolahan tanah, tetapi teriknya matahari membantu mempercepat pengeringan. Karena itu, meski harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan air, aktivitas produksi batu bata tetap berjalan.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Kemarau Panjang, Warga Banyumas Gali Kubangan di Pinggir Sungai untuk Dapatkan Air Bersih

12 hari lalu

Warga Banjarnegara Sulap Limbah Pasir Putih Jadi Bata Bernilai Ekonomi

22 hari lalu

Jelang Verifikasi Pemilu 2029, Perindo Blora Kejar Struktur dan Bidik 5 Kursi DPRD

26 hari lalu

Buntut Ratusan Siswa Keracunan, Satgas MBG Blora Minta SPPG Sukorejo 2 Ditutup

27 hari lalu

136 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan Usai Santap MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal