“Ini menarik dicermati, karena pandemi sudah 1,5 tahun lebih tapi masih banyak yang merasa kecil kemungkinan tertular Covid. Apakah ini terkait dengan kepatuhan masyarakat atau kemauan masyarakat mematuhi prokes atau kebijakan-kebijakan Covid-19,” ujarnya.
Secara ekonomi, kata dia, mayoritas masyarakat sepakat bahwa 79,9 persen dampak ekonomi dari wabah ini cukup besar, hanya sedikit yang merasa bahwa pandemi ini tidak berdampak secara ekonomi.
Diketahui, survei ini dilakukan dengan telepon pada 20-25 Juni dengan basis respondennya yang terpilih secara acak berdasarkan survei LSI selama 3 tahun terakhir.
Ada 7.477 yang berhasil telepon, ada 1.200 responden yang berhasil diwawancarai. Secara umum sampel ini menggambarkan karakteristik secara nasional.
Survei ini memiliki margin of error (MoE) sekitar ±2.88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.