Mengenal Mbah Mudzakir, Tokoh Agama dan Pejuang Kemerdekaan dari Demak

Sukmawijaya
Makam wali terapung di pesisir Pantai Utara, kawasan Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Foto: iNews/Sukmawijaya.

Mbah Mudzakir mempunyai guru, yaitu Kiai Sholah Darat Semarang dan KH Abbas Butet Cirebon. Sebagai murid yang taat, perjuangan Mbah Mudzakir tidak lepas dari keberadaan para guru ini.

“Mbah Mudzakir memiliki banyak rumah di kawasan Kecamatan Sayung, yaitu di Desa Loireng, Desa Kalisari, dan Desa Bedono. Pada tahun 1930, atas perintah gurunya, Mbah Mudzakir bermukim di pesisir pantai utara, kawasan Dukuh Tambaksari,” kata cucu Mbah Mudzakir, Gus Ubab Ibrahim, Minggu (7/11/2021). 

Peningalan Mbah Mudzakir banyak yang hilang karena bencana abrasi rob di kawasan permukiman. Peninggalan itu antara lain kitab-kitab karangan Mbah Mudzakir yang hanyut ditelan laut. 

Pihak keluarga hanya memiliki ornamen kayu sebagai tutup pilar mushola buatan Mbah Mudzakir. Selain itu juga lesung kayu yang biasa untuk menumbuk padi saat zaman perjuangan. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger! Mayat Pria asal Demak Ditemukan dalam Hutan Darupono Kendal

57 tahun lalu

Pilu! Bocah Hilang Korban Banjir Demak Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Dahsyatnya Banjir Bandang di Demak, 12 Rumah Hanyut dan 400 Jiwa Terpaksa Mengungsi

57 tahun lalu

Banjir Demak Meluas! 2.839 Warga Mengungsi hingga Akses Jalan Lumpuh

57 tahun lalu

Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Demak, 583 Jiwa Mengungsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal