Mengenal Tradisi Nginang, Berikut Sejarah dan Filosofinya

Tim iNews.id
Pedagang daun siri untuk nginang di pelataran Masjid Agung Solo saat tradisi sekaten. Siri bagian dari tradisi nginang.(Foto Dok Antoni)

Tradisi nginang memiliki filosofi yang diambil dari beberapa bahan yang digunakan. Pertama, sirih bermakna sifat rendah hati seseorang, memberi, serta senantiasa memuliakan orang lain. Kemudian, pinang bermakna keturunan yang baik.

Kemudian, kapur dan tembakau melambangkan ketabahan hati dan rela menolong sesama. Sementara gambir bermakna kesabaran dan keteguhan hati seseorang. Semua bahan tersebut harus di racik menjadi satu kesatuan yang pas dan dicampur dengan tepat untuk menghasilkan cita rasa yang enak.

Sayangnya, nginang memiliki rasa yang tidak semua orang bisa menerimanya, sehingga tradisi ini pun lambat laun mulai menghilang, hanya orang tua berusia lanjut yang saat ini masih melakukan kebiasaan ini. 

Begitulah tradisi nginang yang sudah hampir punah di Indonesia. Penjelasan sejarah dan filosofi tradisi nginang ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
6 hari lalu

BULOG Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan Kapal di Makassar

1 bulan lalu

Kebakaran Hebat di Bojonegoro, Gudang Pengeringan Tembakau Hangus Dilalap Api

4 bulan lalu

BRIN Ungkap Meteor Raksasa Jatuh di Pulau Bali setelah Meledak

4 bulan lalu

Kebakaran Hebat Gudang Penyimpanan Alas Tembakau di Bondowoso, Kerugian Miliaran Rupiah

4 bulan lalu

Kemarau Meluas, Bali dan Nusa Tenggara Alami Hari Tanpa Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal