Menyemai Energi Hijau di Tanah Tandus Brebes, Kaliandra dan Gamal jadi Biomassa Masa Depan

Kastolani Marzuki
Petani menyiram tanaman Kaliandra merah yang bisa menjadi bahan energi baru terbarukan. (Foto: Dok.iNews)

BREBES, iNews.id - Langkah transformatif bagi peradaban energi Indonesia tengah disemaikan di Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di lahan seluas 10 hektare yang tandus dan kurang produktif, kini diproyeksikan menjadi tambang hijau yang akan menyuplai bahan bakar terbarukan bagi pembangkit listrik nasional. 

Langkah strategis ini diawali melalui gerakan penanaman perdana tanaman Kaliandra dan Gamal yang diinisiasi oleh PLN Energi Primer Indonesia berkolaborasi dengan Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian serta gabungan kelompok tani setempat. Proyek tersebut sudah digaungkan pada Januari 2025 lalu.

Penanaman bibit tanaman energi tersebut bukan sekadar aktivitas penghijauan biasa, melainkan wujud nyata dari pergeseran paradigma energi nasional. Indonesia secara perlahan mulai mengikis ketergantungan pada bahan bakar fosil yang mengeruk bumi dan beralih menuju pemanfaatan vegetasi yang dapat diperbarui. 

Pengintegrasian Sistem Pertanian Terpadu Tanaman Energi, Brebes tidak hanya bersiap menjadi pelopor bioenergi, tetapi juga menjadi cermin bagaimana transisi energi dapat berjalan selaras dengan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Selama berabad-abad, batu bara menjadi tulang punggung utama pembangkitan listrik tenaga uap di berbagai pelosok Indonesia. Namun, dampak emisi karbon yang kian membebani lingkungan menuntut hadirnya alternatif pengganti yang jauh lebih ramah lingkungan. Di sinilah tanaman kayu berenergi seperti gamal, kaliandra merah, dan indigofera mengambil peran kunci. Jenis tanaman ini memiliki karakteristik istimewa yang menjadikannya bahan baku biomassa ideal untuk metode substitusi batu bara atau co-firing.

Calliandra merupakan genus tanaman legum berbunga majemuk yang terdiri dari sekitar 200 jenis pohon berukuran sedang. Di Indonesia, jenis kaliandra bunga merah (Calliandra calothyrsus) populer dimanfaatkan untuk reboisasi dan pakan ternak. Tumbuhan perdu berkayu ini memiliki dedaunan yang lebat, tinggi mencapai 25 meter, serta akar kuat yang menembus tanah sejauh 1,5 hingga 2 meter.

Kayu dari tanaman gamal dan kaliandra memiliki kerapatan serta nilai kalori yang tinggi saat dikeringkan, sehingga mampu mendekati karakteristik pembakaran batu bara muda. Menariknya lagi, tanaman energi ini memiliki siklus panen yang sangat panjang dan produktif. Setelah masa tanam awal sekitar satu setengah tahun, kayu utamanya sudah dapat dipanen.

Pemanenan dilakukan dengan menyisakan batang pokok melalui teknik trubusan, sehingga tanaman akan kembali bertunas dan siap dipanen ulang setiap tahun hingga usia pohon mencapai 15 tahun tanpa perlu melakukan penanaman ulang dari awal. Selain itu, tanaman jenis legum ini mampu memfiksasi nitrogen dari udara, membuat mereka sanggup tumbuh subur bahkan di lahan kritis sekalipun.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 tahun lalu

Dukung Ketahanan Pangan-Energi, PLN Tanam Kaliandra dan Gamal di Brebes

3 tahun lalu

Tingkatkan Pemakaian Bahan Bakar Alternatif Ramah Lingkungan, SIG Tanam Pohon Kaliandra Merah

3 hari lalu

Kecelakaan Truk Tangki Tabrak Rumah Warga di Jalur Pantura Brebes, Diduga Sopir Mengantuk

14 hari lalu

Detik-Detik Gedung Badminton Hogwan Roboh di Brebes, 2 Anak dan 1 Lansia Tewas

14 hari lalu

Gedung Badminton Hogwan di Brebes Roboh, 3 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal