Dia juga meminta nahkoda kapal-kapal tersebut saling berkomunikasi melalui pesawat radio. Hal itu menurutnya perlu dilakukan untuk memantau kondisi cuaca di daerah tangkapan masing-masing.
BACA JUGA: Terjebak Cuaca Buruk, Nelayan asal Pangkep Hilang di Tengah Laut
"Saat ini sebenarnya merupakan masa istirahat bagi nelayan karena sedang berlangsung musim angin barat sehingga sering terjadi gelombang tinggi secara tiba-tiba sehingga berbahaya bagi kapal nelayan. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan," kata Sarjono.
Oleh karena itu, dia mengimbau nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki alat tangkap maupun kapalnya agar siap digunakan ketika kondisi cuaca kembali bersahabat. Dia juga meminta nelayan untuk mencari sumber penghidupan yang lain ketika masa istirahat melaut.