Aaf, sapaan akrabnya mengatakan festival lopis raksasa ini bisa terselenggara bermula dari panitia lopis Krapyak yang mengajukan izin ke dirinya selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Pekalongan dan disetujui untuk bisa digelar.
Menurutnya, festival lopis raksasa ini perlu dijaga dan dipelihara bersama sebagai tradisi dan budaya turun temurun yang dimaksudkan untuk mempererat tali silahturahmi antarmasyarakat Krapyak dan dengan masyarakat daerah sekitarnya, hal ini diidentikkan dengan sifat Lopis yang lengket.
“Alhamdulillah pada hari ini ada tradisi Syawalan berupa Festival Lopis Raksasa di Kelurahan Krapyak yang berjalan lancar. Mudah-mudahan kita semua bisa memelihara tradisi asli dari Kota Pekalongan, salah satunya lopis ini,” kata Aaf.
Dia mengatakan, animo panitia, Forkopimda, dan masyarakat yang hadir sangat luar biasa tinggi. Dirinya bersyukur, tempat untuk memasak lopis raksasa kali ini jauh lebih representatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pihaknya berharap jika nantinya ke depan pandemi Covid-19 benar-benar telah usai, Perayaan tradisi syawalan lopisan di Kota Pekalongan ini bisa lebih meriah lagi.