7 Pakaian Adat Jawa Tengah, Nomor 4 Peninggalan Mataram

Ary Wahyu Wibowo
Ilustrasi - Pakaian Adat Jawa Tengah Jawi Jangkep. Foto: Instagram @sandimhmd_mc.

6.  Kebaya 

Kebaya Jawa Tengah memiliki keunikan dengan tampilan klasik dengan kesan misterius dan sering dipakai mempelai perempuan dalam acara pernikahan. Keberadaannya tampak mewah dan muncul aura ratu. Bahan yang dipilih merupakan bahan beludru atau kain sutera. Sedangkan untuk kegiatan sehari-hari, yang digunakan adalah kain katun atau nilon tipis agak transparan yang dihiasi dengan sulaman atau bordiran.

Perempuan Jawa Tengah menggunakan kemben sebagai dalaman untuk memastikan bagian dada tertutup dengan aman. Keelokan kebaya diselaraskan dengan bentuk tubuh wanita yang sedap di mata, sehingga perlu stagen untuk mengencangkan bagian perut dan pinggang. Agar stagen tidak terlihat dari luar, diperlukan tapih tanjung.

Sementara pada bagian bawahnya, para perempuan Jawa Tengah akan menggunakan kain jarik panjang. Agar semakin terlihat anggun namun tegas, rambut perempuan ditata berbentuk konde dengan hiasan bunga melati di atasnya. Agar semua kecantikan semakin sempurna, ditambah perhiasan, seperti subang, kalung, cincin, gelang, dan terkadang membawa aksesoris satu lagi, yaitu kipas.

Kebaya merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang dulu hanya digunakan untuk para kaum bangsawan atau keluarga penting dalam acara-acara khusus. Namun seiring perkembangan zaman, kebaya bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari. 

7.  Kain Batik

Batik telah dibuat sejak ratusan tahun yang lalu, dan tercatat pertama kali diperdagangkan pada tahun 1586 di Surakarta. Yang menjadikan batik semakin mahal adalah metode tulis dalam pembuatan yang menggunakan tangan secara manual. Oleh karena itu, seseorang yang tulisan tangannya bagus dan lama dikatakan sedang membatik. Terdapat beragam motif kain batik Jawa Tengah, seperti Batik Sido Wirasat, Batik Cakar Ayam, Batik Grageh Wuluh, Batik Parang Kusumo, Batik Kawung Picis. 

Demikian tadi ulasan pakaian adat Jawa Tengah. Dalam momentum tertentu, pakaian itu masih dapat dijumpai dan terus dilestarikan. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Nasional dari Keluarga Bangsawan Religius

3 tahun lalu

Filosofi Motif Batik Kawung, Simbol Kekosongan Nafsu Duniawi Dahulu Hanya Dipakai Bangsawan

3 tahun lalu

Mengintip Puri Agung Gianyar Bali, Bangunan Berusia 300 Tahun Tempat Tinggal Bangsawan 

3 tahun lalu

Ritual Numplak Wajik Keraton Yogyakarta, Tanda Dimulai Pembuatan 7 Gunungan

3 tahun lalu

Melihat Koleksi Peninggalan Majapahit di Museum Ganesya Malang, Ada Keris hingga Cermin Bangsawan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal