Pedagang menjual kelelawar kecil dengan harga Rp10.000 per ekor, sedangkan yang besar atau kalong bisa mencapai Rp100.000 per ekor. Jumlah kelelawar yang dijual kini mencapai 60 ekor dan didatangkan dari penjaring lokal Solo.
"Kami sejak berjualan kelelawar di Solo, belum ada pelanggannya yang terindikasi virus yang diduga berasal dari kelelawar ini," katanya.
Yanto (53) salah satu pengunjung di Pasar Burung Depok Solo mengatakan warga yang membeli kelelawar biasanya untuk pengobatan sesak nafas. Warga menyakini kelelawar bisa menyembuhkan penyakit sesak nafas.
BACA JUGA: Kapolres Kebumen Terapkan Metode Hipnoterapi agar Tahanan Tobat
Dia menjelaskan kelelawar yang dijadikan obat terlebih dahulu dipotong dan dikuliti. Sisa dagingnya kemudian kemudian dikukus. Daging itu, kemudian diberikan kepada mereka yang mempunyai penyakit asma.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta Evi Nur Wulandari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor telah mengambil sempel kotoran dari kelelawar di Pasar Burung Depok Solo.
Menurut dia, kotoran kelelawar tersebut diambil dijadikan sampel oleh Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor dan sekarang masih menunggu hasilnya tes penelitian laboratorium itu.