Pengasuh Ponpes Buka Paksa Penyekatan PPKM Darurat di Grobogan, Kapolsek Marahi Santri

Rustaman Nusantara
Kapolsek Ngaringan saat menyuruh santri agar putar balik dalam penyekatan di Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. (iNews/Rustaman Nusantara)

Kiai Ali bin Abdulah menganggap bahwa kebijakan pelarangan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap setahun sekali dianggap mencederai Pancasila dan umat Islam yang mayoritas di Indonesia.

“Harapan kami jelas apa yang terjadi dengan adanya virus corona ini , harapan kami dengan alasan prokes lalu meniadakan apa yang menjadi kultur agama kita, tidak harus meniadakan kultur sosial kita,” kata Kiai Ali.

“Jadi prokes itu adalah ikhtiar dimana kita menghadapi fenomena penyakit yang berasal dari China. Namun alangkah bijaknya kita melihat bahwa kultur agama kita mayoritas Islam sehingga tidak lalu serta merta menyamakan 100 persen sama dengan keadaan di sana,” katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi di Lampung: Saya Masih Seperti yang Dulu, Masih Orang Kampung

57 tahun lalu

Viral Minyak Goreng Bansos di Grobogan Diduga Berbau Solar, Langsung Dikembalikan Warga

57 tahun lalu

Mobil Pengacara Dirusak saat Dampingi Sidang Cerai, Diduga Disiram Cairan Kimia

57 tahun lalu

3 Santriwati Diduga Dilecehkan Pimpinan Ponpes di Samarinda, Modus Nikah Batin

57 tahun lalu

Antre Kupon Daging Kurban di Masjid Simpang Lima Purwodadi, Ribuan Warga Saling Dorong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal