Menurutnya, kerusakan tersebut perlu segera ditangani agar tidak semakin meluas dan mengganggu kekuatan struktur Candi Mendut.
Karena itu, proses pemugaran dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan kaidah pelestarian cagar budaya. "Bagian atap itu ada air yang merembes masuk ke bilik sehingga penanganannya ada di atas dan ternyata konstruksi atas itu kan sudah disemen, jadi kita harus membuka," ujar Riris di lokasi, Jumat (7/8/2026).
Dia menjelaskan, penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran proses pemugaran yang diperkirakan selesai dalam waktu satu tahun.
"Ditutup sampai selesai atap, waktu kita diberi satu tahun tapi kami upayakan nanti Waisak itu sudah bisa digunakan," ucapnya.