Penularan Covid Tak Terkendali, Unika Semarang Gagas Gerakan Plasmaku Untukmu

Angga Rosa
Sejumlah narasumber saat webinar gerakan plasmaku untukmu yang digelar FK Unika Soegijapranata Semarang, Kamis (10/12/2020). (Istimewa)

“Memang untuk menyediakan plasma konvalesen ini, setiap saat memang kami sangat kesulitan karena jumlah pendonor dengan jumlah permintaan lebih banyak permintaannya, jadi tidak berbanding lurus,” ujarnya.

Sementara itu, dr Gregorius lebih menyentuh pada aspek hukumnya. "Dalam konteks pandemi dengan penggunaan terapi plasma konvalesen supaya tidak merugikan maka ada yang namanya prinsip Minus Malum atau memilih yang paling sedikit keburukannya,” katanya.

Selain itu, dalam pelaksanaannya harus menghormati otonomi pasien dan informed consent harus diberikan secara baik, benar, jelas dan lengkap. "Demkian pula memperhatikan pada kepatuhan kaidah etik dan mengutamakan keselamatan pasien," ujarnya. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Harimau Putih Anggun Mati di Semarang Zoo, Pemkot Turun Tangan

2 bulan lalu

Usulan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi Lapangan

6 bulan lalu

Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

9 bulan lalu

Wali Kota Semarang Buka Suara usai Disebut dalam Sidang Korupsi Chromebook

11 bulan lalu

Gubernur Jateng Panggil Wali Kota Semarang dan Bupati Demak Hari Ini Bahas Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal