Perburuan Lailatul Qadar

Kastolani Marzuki
Filosof muslim Profesor Dr Musa Asy'arie. (Foto: dok. iNews.id)

Profesor Musa menjelaskan, sesungguhnya 10 malam terakhir tidak bisa dilepaskan dari 10 malam pertama dan kedua Bulan Ramadan.

"Keberuntungan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu tidak ujug-ujug seperti usaha menangkap layang-layang yang putus," ujarnya.

Menurut Musa Asy'arie, di 10 malam terakhir Ramadhan itu justru menjadi malam yang paling berat dilalui karena godaan yang menyebabkan ketergelinciran seseorang dalam perburuan yang vulgar. 

Perburuan yang merupakan inti dari hakikat puasa yang dikerjakan sebulan penuh.

Aliran spiritualitas puasa itu akan meninggi sampai puncak pengalaman spiritualitas malam Lailatul Qadar dan merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya.

"Ketulusan, kecintaan menjadi faktor utama untuk mendapatkan hikmah malam Lailatul Qadar," ucapnya.

Hidup hanya ada dalam Allah, dan di luar Allah tidak ada kehidupan, kekayaan, kekuasaan dan kejayaan melainkan ilallah, hanya Allah sendiri yang ada.

Sesungguhnya hakikat semua yang ada adalah berada dalam Allah sendiri. Itulah puncak malam Lailatul Qadar yang penuh kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Kultum tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya, Lengkap!

57 tahun lalu

Teks Khutbah Jumat 10 Hari Terakhir Ramadhan: Berburu Kemuliaan Lailatul Qadar

57 tahun lalu

5 Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan, Nomor 3 Malam Lailatul Qadar

57 tahun lalu

3 Doa Malam Lailatul Qadar, Lengkap dengan Bacaan Dzikir Arab, Latin & Artinya

57 tahun lalu

Tumbilotohe Tradisi Penuh Makna, Berusia Ratusan Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal