Peringati HPSN, Aktivis Lingkungan Berpakaian Punokawan Punguti Sampah

Heri Purnomo
Sejumlah sukarelawan dengan berpakaian punokawan memunguti sampah dalam kegiatan peringatan HPSN di Blora. (iNews/Heri Purnomo)

Aktivis lingkungan yang pernah melakukan aksi cor kaki di depan istana negara ini sedikit menceritakan tentang tragedi 21 Februari 2005 silam di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat dimana gunungan sampah menimbun dan menewaskan 157 orang. 

"Itu perlu kita pikirkan bersama. Yaitu tentang sampah dan bahayanya bila tidak dikelola dengan baik. Sampah yang menggunung akan menjadi semacam bom waktu yang setiap saat bisa meledak membawa bencana," kata Eko.

Hal itu, lanjut Eko, bisa secara langsung seperti bencana atau banjir, tapi bisa juga secara tak langsung seperti adanya wabah penyakit seperti sekarang ini.

Ia mengatakan, pola pengelolaan sampah oleh sebagian besar masyarakat yaitu kumpulkan, angkut, buang itu membuktikan bahwa pengelolaan sampah di Blora masih sangat jadul dan ketinggalan zaman.

"Pola linear ini harus diubah menjadi sirkular, yakni memanfaatkan nilai ekonomi sampah secara maksimal dengan menerapkan prinsip 3R, yaitu Reuse, Reduce, Recycle," katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
19 hari lalu

Jelang Verifikasi Pemilu 2029, Perindo Blora Kejar Struktur dan Bidik 5 Kursi DPRD

24 hari lalu

Buntut Ratusan Siswa Keracunan, Satgas MBG Blora Minta SPPG Sukorejo 2 Ditutup

25 hari lalu

136 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan Usai Santap MBG

27 hari lalu

Detik-Detik Pesawat Sky Ranger Diawaki 2 Kru Jatuh dan Terbakar di Persawahan Blora

27 hari lalu

Pesawat Sky Ranger Jatuh dan Terbakar di Blora, 2 Kru Selamat sebelum Api Membesar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal