Pesilat Blora Kejang-Kejang di Porprov Jateng, Wasit hingga Tim Medis Disorot!

iNews TV
Atlet pencak silat asal Blora kejang-kejang usai kena bantingan lawan di ajang Porprov Jateng 2026. Sikap wasit jadi sorotan karena tetap menghitung tanpa memberi kesempatan ke tim medis. (Foto: iNews TV)

SEMARANG, iNews.id – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov Jateng 2026) kembali mendapat sorotan tajam. Setelah dua tragedi tewasnya atlet senam dan pencak silat wanita, insiden membahayakan nyawa kembali terjadi saat seorang pesilat mengalami kejang-kejang usai terbentur di bagian kepala saat bertanding. 

Nahasnya, saat atlet pencak silat asal Kabupaten Blora bernama Kukuh Angga W tersebut terkapar dan mengalami kejang di arena, wasit yang memimpin pertandingan tidak segera menghentikan laga untuk pertolongan medis, melainkan tetap melanjutkan mekanisme hitungan.

Menurut keterangan tim medis, Kukuh mengalami kejang akibat benturan keras pada bagian kepala saat menerima teknik bantingan dari lawan. Benturan tersebut sempat memengaruhi aktivitas listrik otak (gangguan neurologis). 

Kendati demikian, tim medis mengonfirmasi kondisi Kukuh saat ini berangsur membaik dan tidak mengalami tanda-tanda stroke.

Menanggapi rangkaian tiga insiden keselamatan di ajang Porprov Jateng 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah bersama Panitia Besar Porprov, Technical Delegate, dan pengurus cabang olahraga bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan.

Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah, Budi Santoso, menegaskan, keselamatan jiwa atlet harus diutamakan di atas regulasi pertandingan apa pun.

"Keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama, termasuk dalam pengambilan keputusan untuk menghentikan pertandingan. Penanganan atlet dalam kondisi darurat tidak boleh terhambat oleh mekanisme hitungan dalam pertandingan," kata Budi Santoso, Jumat (30/10/2026). 

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, meminta proses evaluasi tidak hanya berhenti pada peninjauan buku aturan (rulebook), tetapi juga menguji kesiapan mental dan responsivitas petugas di gelanggang.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 hari lalu

Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal usai Laga di Porprov Jateng

3 hari lalu

Kasus Kematian Atlet Selam Jepara saat Porprov Jateng, 4 Orang Diperiksa Polisi

19 jam lalu

Selidiki Kematian Atlet Pencak Silat Semarang, Polisi Periksa Dokter dan Perawat

1 hari lalu

Ketua KONI Jateng Dukung Polisi Usut Kematian Atlet Pencak Silat di Ajang Porprov

1 hari lalu

Kasus Kematian Atlet Pencak Silat Ayudyah Rivana, Ini Penjelasan KONI Jateng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal