Petani Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi saat Masa Tanam 2021, Ini Penyebabnya

Heri Purnomo
Pupuk bersubsidi. (Foto: Ist)

Di Banjarejo sendiri ada 1600-an kartu tani yang belum jadi. Meskipun sekarang di mudahkan dengan mengisi form untuk mengambil pupuk. 

"Yang sulit itu kartu taninya. Banyak yang belum memiliki kartu tani. Meskipun dipermudah dengan form para petani juga harus monta tanda tangan dulu ke ketua kelompok tani KPL dan petani itu sendiri. Itu yang menjadikan petani kesulitan mendapatkan pupuk," ujarnya.

Ia mengatakan, selain kartu tani yang belum jadi, Pemerintah juga mengurangi kuota pupuk bersubsidi bagi para petani.

"Dulu petani dalam satu hektarnya bisa mendapat jatah pupuk 2,5 kuintal pupuk. Namun sekarang satu hektarnya hanya mendapatkan satu kwintal. Jadi para petani benar kekurangan pupuk, makanya mereka bilangnya langka," kata dia. 

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Blora,  M Dasum membenarkan adanya penguranga kuota pupuk bersubsidi bagi para petani. 

"Memang benar, Pemerintah sekarang mengurangi kuota pupuk bersubsidi. Ini yang menjadi kesulitan petani. Saya akan cek lagi datanya. Kita ajukan lagi ke  Pemerintah agar kuotanya jangan dikurangi," kata M Dasum.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
2 hari lalu

7 Perempuan di Jateng Jadi Korban Deepfake AI, Semuanya Alumni SMAN 1 Cepu

15 hari lalu

Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan LPG Subsidi di Blora, Ratusan Tabung Gas Disita

15 hari lalu

Kasus Asap Sampah Berakhir Damai, 2 Lansia di Blora Belum Diputus Bebas

22 hari lalu

Cekcok Asap Sampah Berujung Saling Pukul dengan Tetangga, Pasangan Lansia di Blora Diadili

22 hari lalu

Viral Petani di Tuban Terbang Pakai Drone Raksasa, Angkut Pupuk Lewati Tambak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal