Perusahaan tersebut bergerak di sektor perhotelan dan properti. Jabatan itu semakin memperkuat rekam jejak Anom sebagai profesional di bidang pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, serta mitigasi risiko perusahaan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK, Anom memiliki kekayaan bersih sekitar Rp21,3 miliar. Sebagian besar kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan.
Anom melaporkan 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Pemalang, Jakarta Timur, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Gianyar. Total nilai aset tanah dan bangunan itu mencapai sekitar Rp12,2 miliar.
Anom juga melaporkan kepemilikan sejumlah kendaraan dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar. Kendaraan tersebut antara lain mobil Mercedes-Benz dan sepeda motor Harley-Davidson.
Selain itu, dia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp440 juta, surat berharga Rp902,2 juta, serta kas dan setara kas sekitar Rp782,2 juta.
Anom turut melaporkan harta lainnya senilai Rp7 miliar. Dengan demikian, total aset yang dicatatkan mencapai sekitar Rp22,5 miliar. Namun, Anom juga memiliki utang sekitar Rp1,2 miliar. Setelah dikurangi kewajiban tersebut, total kekayaan bersihnya tercatat sekitar Rp21,3 miliar.