Prospek Menjanjikan, Warga Kadirejo Semarang Lirik Budi Daya Tanaman Porang

Angga Rosa
Tanaman porang yang dikembangkan di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/3/2021). Foto: Sindonews/Angga Rosa.

"Kami berharap dengan budi daya porang, kesejahteraan masyarakat Kadirejo bisa meningkat," ucapnya

Salah satu petani setempat, Sudadi mengatakan, satu hektare sawah yang ditanami 40.000 batang porang, satu kali panen mencapai hasil 80 ton umbi. Selain dijual dalam bentuk basah atau kering, biji katak yang terdapat pada tanaman porang juga dapat diperdagangkan. 

"Saya sudah tiga tahun menanam porang. Harga jual umbi per kilogram Rp13.000 basah, setiap satu tanaman dapat menghasilkan 2-2,5 kilogram umbi. Sedangkan jika dijual kering menjadi tepung Rp200.000 per kilogram,” kata Sudadi.

Porang selama ini diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan ekspor, seperti pembuatan Konnyaku atau Shirataki. Negara yang menjadi tujuan ekspor antara lain China, Vietnam, India, dan Eropa.

Tanaman porang atau sejenis umbi-umbian, selama ini banyak ditemukan tumbuh liar di lahan kosong dan lembab. Tanaman bahkan dianggap tidak memiliki manfaat. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kerangka Jenazah Mozza Axillia Tiba di Rumah Duka, Disambut Tangis Keluarga dan Pelayat

9 hari lalu

Terungkap! Motif Pelaku Bunuh Mozza karena Cemburu, Jasad Dibuang di Tol Semarang

9 hari lalu

Gelar Tahlilan, Keluarga Harap Bukan Mayat Mozza yang Ditemukan di Tol Semarang

9 hari lalu

Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Jangli Semarang

9 hari lalu

Polisi Dalami Motif Pembunuh Mozza yang Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal