Selain itu, sumber mata air menjadi menghilang, dan tercemar pestisida hingga tidak layak konsumsi. Warga khawatir dengan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian. Sebab akan mengancam permukiman, mulai dari banjir dan bencana longsor.
Wakil Administratur KPH Banyumas Timur Dwi Hadi Hutanto mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan tindakan preventif, namun hingga saat ini perambahan masih terus terjadi.
Sementara dalam pertemuan, disepakati Perhutani untuk menutup perambahan hutan.