Puluhan Hektare Padi di Kendal Terancam Puso akibat Terendam Banjir

Eddie Prayitno
Petani di Desa Sidorejo, Brangsong, Kendal hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya terendam banjir. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

Zaenuri mengatakan, banjir luapan Sungai Blorong membuat petani padi mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena bisa dipastikan kualitas gabah akan turun.

Hal senada disampaikan petani di Desa Tosari, Rridwan. Menurut dia, dampak banjir membuat penghasilan petani menurun. “Kalau normal, harga gabah bisa mencapai Rp4.000/kg, tapi dengan kondisi seperti ini harga gabah turun antara Rp3.500-3.600 per kg gabah basah,” tuturnya.

Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Brangsong, Nona Sitisupadmi mengatakan, tanaman padi terdampak banjir di Kecamatan Brangsong ada sekitar 58 ha, namun untuk data hari ini belum masuk sebab petugas masih melakukan cek di lapangan.

“Sampai sat ini, pihak pemerintah belum bisa berbuat banyak. Sebab kondisi air saat ini sudah surut. Jika air langsung surut kemungkinan kerusakan padi tidak begitu  banyak,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

57 tahun lalu

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Surabaya usai Diguyur Hujan Deras, Aktivitas Warga Lumpuh

57 tahun lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal