Puluhan Hektare Padi di Kendal Terancam Puso akibat Terendam Banjir

Eddie Prayitno
Petani di Desa Sidorejo, Brangsong, Kendal hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya terendam banjir. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

Zaenuri mengatakan, banjir luapan Sungai Blorong membuat petani padi mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena bisa dipastikan kualitas gabah akan turun.

Hal senada disampaikan petani di Desa Tosari, Rridwan. Menurut dia, dampak banjir membuat penghasilan petani menurun. “Kalau normal, harga gabah bisa mencapai Rp4.000/kg, tapi dengan kondisi seperti ini harga gabah turun antara Rp3.500-3.600 per kg gabah basah,” tuturnya.

Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Brangsong, Nona Sitisupadmi mengatakan, tanaman padi terdampak banjir di Kecamatan Brangsong ada sekitar 58 ha, namun untuk data hari ini belum masuk sebab petugas masih melakukan cek di lapangan.

“Sampai sat ini, pihak pemerintah belum bisa berbuat banyak. Sebab kondisi air saat ini sudah surut. Jika air langsung surut kemungkinan kerusakan padi tidak begitu  banyak,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
22 hari lalu

Banjir di Padang Meluas hingga Rendam 5 Kecamatan, BNPB Minta Warga Tetap Waspada

22 hari lalu

Banjir Terjang Tapanuli Tengah akibat Tanggul Sungai Jebol, 150 Warga Mengungsi

22 hari lalu

Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, Sejumlah Kendaraan Hanyut dan Warga Dievakuasi

1 bulan lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

2 bulan lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal