“Tahun ini memang baru pertama kali merayakan Hari Suci Waisak yang paling meriah. Kami mengenalkan tradisi Buddhis Pindapata sebagai suatu hal yang baik,” kata Sutrisno.
Dijelaskannya, kegiatan pindapata memberikan kesempatan kepada umat beragama untuk bisa melakukan kebaikan dengan cara berdana atau memberikan makanan minuman obat-obatan dengan cara yang sederhana.
“Secara khusus kami melibatkan semua wilayah. Kami undang dari Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Jakarta,” katanya.
Salah satu umat Buddha dari Temanggung, Yamyani mengaku senang dengan adanya tradisi Pindapata yang pertama kali digelar di Kota Solo.
“Kami sangat senang sekali karena seumur hidup baru Pindapat di Solo, dan event difasilitasi mas Gibran (Wali Kota Solo), juga jadi luar biasa bagi kami,” ujarnya.