Untuk kegiatannya, yakni pembacaan doa-doa untuk para leluhur dan para pemimpin trah Mataram Islam dengan pembacaan Yasin dan Tahlil. Selain itu, juga akan ada penyerahan secara simbolis bunga kepada para abdi dalem yang diutus untuk ziarah kubur ke makam para pemimpin trah Mataram Islam.
Sedangkan KGPAA Mangkunegara X sendiri tidak diperbolehkan berziarah ke makam selama ia menjabat sebagai penguasa.
"Kanjeng Gusti tidak boleh nyekar. Beliau hanya memberangkatkan utusan untuk ziarah ke makam-makam trah Mataram. Jadi memberi utusan ke wedhono satriyo," katanya.
Ia mengatakan, ziarah akan dilakukan ke beberapa makam, salah satunya makam Para Penguasa Mangkunegara di Astana Girilayu Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Selain itu, juga makam Raja-raja Mataram Islam di Imogiri Bantul, Yogyakarta hingga makam kerabat punggowo baku di Kabupaten Wonogiri.
Menurut dia, kegiatan tersebut biasanya dihadiri oleh para kerabat, abdi dalem, dan masyarakat umum.