Sejarah Candi Sukuh, Fungsi, Fakta Unik, dan Mitos

Ary Wahyu Wibowo
Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Instagram.

KARANGANYAR, iNews.id - Jawa Tengah merupakan provinsi yang memiliki banyak tempat bersejarah, salah satunya Candi Sukuh. Dengan berlibur ke tempat bersejarah di Jawa Tengah, Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan.

Mengenal sejarah singkat dari Candi Sukuh saat Kerajaan Majapahit memimpin di Jawa Tengah. Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu, di ketinggian sekitar 1186 meter di atas permukaan laut (mdpl). Seorang arkeolog yang saat itu masih dipimpin Gubernur Raffles menemukan candi dengan bentuk unik ini. Ia menemukannya pada tahun 1815 M. 

Ada yang mengatakan bahwa candi yang satu ini berdiri pada zaman Kerajaan Majapahit di abad ke-15 M dan waktu itu masih dipimpin oleh Ratu Suhita. Adapun julukannya adalah The Last Temple. Mendapatkan julukan seperti itu dikarenakan candi ini merupakan candi terakhir bercorak Hindu yang ditinggalkan Kerajaan Majapahit. Bentuknya berbeda dengan candi lainnya, candi ini memiliki bentuk trapesium. Tahun 1995, Indonesia mengajukannya sebagai warisan dunia ke UNESCO.

Arsitektur Candi

Berikutnya adalah mengenai arsitektur dari Candi Sukuh yang memiliki tiga buah teras. Setiap terasnya juga memiliki keunikan yang berbeda-beda. Anda akan melihat keunikannya ketika berkunjung ke lokasi tersebut. Teras terakhir atau teras ketiga merupakan teras yang paling utama dari candi tersebut. Ketika berada di teras ketiga, Anda akan melihat sebuah pelataran yang sangat luas dan besar dari candi ini. 

Akan tetapi, ketika baru masuk ke dalam dan menemukan teras pertama yang disebut sebagai gerbang utama menuju candi tersebut. Masuk ke teras kedua, pengunjung yang datang akan melihat sebuah gapura. Namun sangat disayangkan bahwa gapura tersebut sudah tidak utuh lagi alias rusak. Pengunjung juga akan menemukan sebuah patung penjaga dari gapura tersebut bernama Dwarapala.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan Kejati Pulbaket Semua SPPG di Jateng, Termasuk Milik Polri

57 tahun lalu

Viral 2 Pria Digerebek Warga di Comal Pemalang, Diduga Pasangan Sesama Jenis

57 tahun lalu

28 PCNU se-Jawa Tengah Dukung Ponpes Lirboyo Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU 

57 tahun lalu

Rugi Rp26 Juta, Sopir Pikap Terguling di Purbalingga Minta Warga Kembalikan Telur Jarahan

57 tahun lalu

Kekeringan Landa 4 Kabupaten di Jateng, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal