Sejarah Kabupaten Sragen, Terbentuk saat Pangeran Mangkubumi Perang Lawan Tentara Belanda

Anissa Puspa Kirana
Jembatan barong, salah satu sudut wilayah Kabupaten Sragen. (foto IG @wisatasragen)

Perlawanannya kepada Belanda berakhir pada perjanjian Giyanti yang berisi tentang pembagian wilayah Mataram Islam. Isi dari perjanjian tersebut adalah, Pangeran Sukowati mendapatkan bagian wilayah Kesultanan Yogyakarta yang kemudian bergelar Hamengkubuwono I.

Kemudian pada 12 Oktober 1840 dengan adanya surat keputusan Sunan Pakubuwono VII yaitu Serat Angger-angger Gunung. Wilayah Sragen dijadikan Pos Tundan, yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lalu lintas barang. 

Pada 5 Juni 1847, Sragen disebut sebagai Kabupaten Gunung Pulisi. Hal tersebut juga dilakukan atas persetujuan dari Residen Surakarta. 

Kemudian di setiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk pengadilan kabupaten berdasarkan Staatsblad No 32 Tahun 1854. Bupati pulisi menjadi ketua dan dibantu oleh Kliwon, Rangga, Kaum, dan Panewu. 

Pada 1869, Kabupaten Pulisi Sragen memiliki empat distrik yakni Grompol, Sragen, Majenang dan Sambungmacan. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

5 hari lalu

MTQ Nasional ke-31 Dibuka di Semarang, Menag: Bakal Digelar Tiap Tahun

7 hari lalu

Kecelakaan Truk Tangki Tabrak Rumah Warga di Jalur Pantura Brebes, Diduga Sopir Mengantuk

7 hari lalu

Heboh! Pria di Cilacap Panjat Tower 75 Meter, Diduga Kesal Keinginan Tak Dituruti Keluarga

20 hari lalu

Perempuan Tanpa Identitas Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta Api di Kendal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal