Selain itu ada pula gunungan yang disebut Sego Kethek. Dalam Bahasa Indonesia, “Sego Kethek” berarti nasi monyet. Gunungan inilah yang nantinya akan dipersembahkan bagi para monyet di Goa Kreo. Di dalamnya terdapat nasi, sayur, serta lauk tahu dan tempe yang dibungkus daun jati. Tinggi gunungan ini sendiri adalah 2,5 meter.
Acara Sesaji Rewanda sendiri dimulai pukul 09.00. Para warga mengarak gunungan dari kampung mereka di Kampung Kandri ke Gua Kreo yang jaraknya sekitar 800 meter.
Arak-arakan Sesaji Rewanda didahului oleh tarian empat orang berkostum monyet. Mereka melambangkan para sahabat Sunan Kalijaga yang diminta untuk memindahkan kayu jati. Sementara itu di belakangnya ada replika batang kayu jati, yang menyimbolkan kayu jati yang dicari Sunan Kalijaga pada saat itu.
Kayu jati yang dicari Sunan Kalijaga pada saat itu merupakan kayu yang kuat dan awet. Semakin tua kayu jatinya, maka akan terlihat semakin cantik. Hal itu dikarenakan teksturnya unik dan berkilau serta mengeluarkan bau minyak.
Setelah tiba di kawasan Goa Kreo, prosesi upacara dimulai. Upacara ini dipimpin sejumlah tokoh adat yang memanjatkan do’a kepada Sang Pencipta. Setelah itu anak-anak yang berkostum monyet itu menari diiringi tabuhan gamelan, dan diikuti para masyarakat lainnya.
Setelah pembacaan doa dan peragaan tarian selesai, gunungan kemudian dibagikan. Para warga kemudian berebut gunungan yang ada. Tak ketinggalan, para monyet pada turun ikut berebut buah-buahan dan sayuran yang ada di gunungan itu. Saat itulah para warga dan monyet menikmati gunungan bersama-sama.