Namun sebelum sampai ke rumah mereka telah mandi dan membersihkan diri. Harapannya hal-hal yang bersifat bisa menularkan penyakit sudah hilang sebelum pulang.
Mereka akan kembali ke rumah dengan kondisi yang diyakini sudah bersih. Para tenaga medis inipun telah berupaya untuk menghindarikan diri dari tertularnya penyakit. Namun tugas mereka harus dijalankan dan terpaksa bersentuhan dengan pasien,
“Mereka itu pulang sudah bersih. Mereka juga punya keluarga dan tahu dirinya juga hindari tertular virus apalagi pada keluarganya. Percayalah masyarakat, tenaga medis saat pulang sdh dalam keadaan bersih,” kata Sultan.
Untuk mengantisipasi adanya penolakan seperti ini, Pemda DIY sudah melakukan rapat koordinasi. Hasilnya Asrama haji yang ada di ringroad utara, Sleman akan dipakai untuk tempat isolasi. Selain itu mereka juga diminta untuk mengisolasi di tempat sendiri.
Mendasar pada keputusan Menteri Dalam Negeri, setiap Kalurahan diminta untuk menyiapkan tempat isolasi sendiri. Pemda DIY siap mendukung dari sisi suplemen untuk dikonsumsi bagi yang menjalani masa karantina. Harapannya kondisi fisik sehat dan dia tidak kena.
Pemerintah, tidak bisa mengatakan untuk tidak boleh pulang. Pemerintah membuka ruang, bagaimana warga perantauan tetap bisa kembali. Tinggal bagaimana isolasi dan kesediaan para pendatang untuk berdiam diri selama 14 hari. “Untuk di Asrama Haji akan ditanggung oleh Dinas,” katanya.