Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, Ini Kata Pakar Geologi Unsoed

Ilma De Sabrini
Pakar geologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Fadlin. (Foto: IST)

Dosen mata kuliah Geologi Ekslorasi dan Geokimia Eksplorasi itu menyarankan kepada pemerintah setempat untuk lebih mengenali karakter bencana geologi yang ada di wilayahnya masing-masing. Caranya dengan menginventarisasi karakter dan potensi bencana, sehingga menghasilkan peta zonasi rawan bencana yang lebih baik dan akurat.

“Dalam hal ini, tentunya harus menggandeng atau bekerja sama dengan institusi-institusi terkait seperti Teknik Geologi Unsoed sehingga situasi-situasi tersebut diatas bisa ditanggapi dengan efektif dan efisien agar tidak mereshkan masyarakat,” ujarnya.

Status Gunung Slamet naik dari Level I atau Normal menjadi Level II Waspada per Jumat (9/8/2019) pukul 09.00 WIB. Perubahan status ini berdasarkan data hasil pemantauan instrumental terjadinya peningkatan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi dari aktivitas gunung api yang secara administratif masuk wilayah kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga di Jawa Tengah.

"Potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu," ujar Kepala PVMBG Kasbani.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Semeru Meletus 18 Kali dalam 6 Jam, BPBD Lumajang Siagakan Personel

57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Tebal Membubung Setinggi 400 Meter

57 tahun lalu

Gunung Ibu Erupsi Setinggi 500 Meter, Warga Diminta Jauhi Kawah

57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Semburkan Abu 1.000 Meter, Status Siaga

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Muntahkan Abu Vulkanik 800 Meter, Waspadai Awan Panas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal