Dia sadar bahwa hal tersebut akan menimbulkan pro dan kontra. Namun menurutnya lebih baik mengutamakan nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
“Kami datang ke sini untuk mangyubagya dengan saudara-saudara umat Kristiani. Kami sadar hal ini akan menimbulkan pro dan kontra. Tapi kami lebih mementingkan nilai kemanusiaan dan persaudaraan, karena menurut kami misi agama adalah mementingkan kemanusiaan di atas ritual dan sebagainya,” katanya.
Pemimpin Gereja Katolik Mater Dei Romo Sugihartanto mengaku gembira dengan kehadiran dan partisipasi santri dari Pondok Pesantren Rouslotul Solihin. “Kami gembira sekali karena bangsa dan negara meneguhkan kembali semangat persaudaraan. Kedatangan Pak Kiai dan para santri adalah kegembiraan bagi kami,” ujarnya.