SOLO, iNews.id - Sebanyak 20.000 santri bakal mengikuti Apel Akbar Santri Nusantara di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, 7 Oktober mendatang. Apel akbar santri dari Rabitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) yang merupakan asosiasi pondok pesantren se-lndonesia, dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Umum PP RMINU, KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, Apel Akbar Santri Nusantara sebagai upaya preventif terhadap gerakan kelompok keagamaan ekstremis. Sekaligus memperingati Hari Santri pada 22 Oktober 2018.
"Selama ini ada hubungan erat negara dan agama dalam lanskap sejarah Indonesia. Fakta masa lalu menunjukkan, agama berperan penting dalam pembangunan dan kesatuan nasional Indonesia. Baik sebelum kemerdekaan hingga penataan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara," kata Abdul Ghofarrozin di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) malam.
Pria yang akrab disapa Gus Rozin ini mencontohkan peran ulama dan santri Nusantara saat memproklamirkan Indonesia sebagai darussalam, hubbul wathon minal iman, hingga penerimaan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Namun hubungan negara dan agama yang harmonis dan selalu menopang kesatuan nasional, beberapa pekan belakangan mulai kabur akibat adanya gerakan-gerakan dan upaya yang membenturkan hubungan itu.
"Gerakan tersebut menganggap sistem kenegaraan Indonesia berjalan berlawanan dengan agama, sehingga dianggap membahayakan pluralitas, kebudayaan hingga ideologi negara," katanya.