Tradisi Mengusir Hama, Warga di Semarang Arak Obang-Abing Keliling Kampung

Taufik Budi
Obang-abing berukuran raksasa diarak keliling kampung di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.Foto: iNews/Taufik Budi.

SEMARANG, iNews.id - Puluhan obang-abing atau orang-orangan sawah diarak keliling kampung oleh ribuan warga di Kota Semarang. Tradisi ini sebagai upaya mengusir hama, sekaligus wujud syukur hasil panen yang melimpah.

Obang-abing berukuran raksasa diarak keliling kampung di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Obang-abing atau orang-orangan sawah, terbuat dari jerami padi yang dirangkai sebagai pengusir hama pertanian. 

Terdapat juga orang-orang sawah berbagai ukuran yang turut diarak menuju lapangan. Warga juga membawa beragam hasil pertanian, seperti sayuran dan jagung sebagai wujud syukur karena terbebas dari hama. 

Warga lebih memilih mengusir hama daripada membasmi dengan pestisida karena dapat membunuhnya. Menurut kepercayaan warga, hama yang dibunuh akan mengundang jumlah hama semakin  berlipat ganda. 

Oleh karenanya, warga tetap melestarikan peninggalan leluhur menggunakan orang-orangan sawah sebagai metode mengusir hama yang efektif. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kebakaran Lahan Kosong di Pantai Marina Semarang, 3 Orang Ditangkap 1 Kabur

8 hari lalu

MTQ Nasional ke-31 Dibuka di Semarang, Menag: Bakal Digelar Tiap Tahun

12 hari lalu

Duduk Perkara Rumah Irjen Sofyan Nugroho Ambruk Diduga gegara Tetangga, Sudah 7 Tahun Bersengketa

13 hari lalu

Rumah Irjen Sofyan Nugroho di Semarang Ambruk, Diduga Imbas Pembangunan Rumah Tetangga

15 hari lalu

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 11 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Dibatalkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal