Saat prosesi dimulai, helai demi helai rambut gimbal milik Aswa dipotong secara perlahan oleh sesepuh adat setempat. Suasana haru langsung menyelimuti pihak keluarga dan warga sekitar yang memadati lokasi untuk menyaksikan jalannya ruwatan.
Bagi warga setempat, tradisi memotong rambut gimbal di awal bulan Muharram ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam yakni, simbol membuang kesialan (sengkolo) dan membersihkan diri dari energi negatif. Selain itu, menjadi simbol membuka lembaran hidup yang baru yang lebih suci, serta media spiritual untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, kedamaian, dan keselamatan sepanjang tahun ke depan.