Kondisi tersebut membuat ekonomi keluarga sempat mengalami kesulitan. Yuharni harus menganggur karena tidak lagi memiliki sumber penghasilan dari pabrik.
Kesempatan baru muncul setelah Program MBG dijalankan. Yuharni mendapat pekerjaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan layanan MBG.
"Saya sempat menganggur setelah pabrik kayu tempat saya bekerja bangkrut. Namun berkat adanya program MBG ini, saya sekarang bisa kembali bekerja," ujar Yuharni.
Dia mengaku bersyukur karena dapat kembali memperoleh penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Pekerjaan tersebut dinilai memberikan perubahan besar setelah dirinya terdampak PHK.
Kelahiran Muhammad MBG Subianto pun menambah kebahagiaan keluarga. Bagi Ambon Yasin dan Yuharni, nama anak mereka menjadi simbol rasa terima kasih sekaligus harapan untuk kehidupan yang lebih baik.