Waspada, Kekerasan Seksual terhadap Anak di Rumah Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Ahmad Antoni
Ilustrasi kekerasan seksual pada perempuan (foto: Ist)

Odi Sholahuddin dari Yayasan Setara menjelaskan, hingga November 2020 ada  253.000 yang mengisi aplikasi itu. Sebagian besar baru dari Kota Semarang dan Kabupaten Klaten. "Ini adalah aplikasi pertama di Indonesia untuk identifikasi kelompok rentan. Sebab baru akan ada respon jika tersedia data," kata Odi.

Yayasan Setara merekomendasikan agar aplikasi itu dikembangkan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Jateng dan Pemerintah Provinsi Jateng mendorong pemerintah kabupaten/kota juga menggunakan aplikasi pendataan tersebut. Karena aplikasi itu simple dan bisa dilakukan hingga tingkat kelurahan dan desa.

Di sisi lain, dalam upaya perlindungan anak, di Jateng saat ini ada Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI)  di 9 kabupaten. Perlindungan perundungan di Kota Semarang dan Kabupaten Rembang. Keberadaan lembaga memiliki respons cepat untuk perlindungan anak.
 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Anak Pemilik Perumahan di Gowa Dipolisikan, Diduga Hamili Pacar lalu Nikahi Perempuan Lain

4 hari lalu

Gadis di Surabaya Diduga Dicabuli Ayah Tiri Berulang Kali saat Ibu Pergi Pengajian

6 hari lalu

WNA Inggris Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Karyawan Hostel di Kuta Mandalika

6 hari lalu

Mas Bechi Anak Kiai Jombang Pemerkosa Santriwati Bebas Bersyarat, Ini Kata Bapas Malang

8 hari lalu

Kebakaran Lahan di Pinggir Tol Pejagan-Pemalang, Pengendara Diimbau Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal