2 Mahasiswa Unair Ciptakan Alat Pendeteksi Kebersihan Laut Berbasis Internet 

Aan Haryono
Dua mahasiswa Unair menunjukkan cara kerja alat pendeteksi kebersihan laut secara online, Selasa (5/1/2021). (Foto: Sindonews/Aan Haryono)

“Hijau untuk normal, kuning untuk waspada, dan merah untuk bahaya,” kata mahasiswa Akuakultur angkatan 2017 ini.

Warna lampu hijau, kuning, dan merah, katanya, memiliki batas toleransi  atau ambang batas di dalam perairan. Jadi, alarm akan berbunyi setiap 30 hari sekali guna memonitoring kondisi perairan laut. 

Pencemaran laut masih saja terjadi di berbagai kawasan di Indonesia. Sampah plastik yang menumpuk menurunkan minat wisatawan pergi ke pantai. Penumpukan sampah dan logam berat di kawasan pantai mengakibatkan penurunan kualitas biota laut.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemendagri Dorong Tabalong Ciptakan Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Hermadi, PNS yang Lulus S2 di Unair dengan IPK Sempurna 4,00

57 tahun lalu

Keren! Kisah Naila Musta’ina Jadi Mahasiswa Termuda UNAIR Usia 16 Tahun

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Marlon, Mahasiswa Blasteran Usia 16 Tahun Lolos UTBK Unair Jurusan Matematika

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Roy, 13 kali Gagal Masuk Fakultas Kedokteran Kini Jadi Wisudawan Berprestasi Unair

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal