2 Pria Babak Belur usai Bobol SD di Mojokerto, Dalih Kepepet Bayar Sekolah Anak

iNews TV
Dua pelaku pencurian di gedung SD Kabupaten Mojokerto ditangkap usai tepergok warga saat beraksi. (Foto: iNews)

MOJOKERTO, iNews.id – Dua pelaku pembobolansekolah dasar (SD) Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, babak belur dihajar massa usai tepergok mencuri. Salah satu pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian tersebut demi membayar biaya daftar ulang sekolah anaknya sebesar Rp700.000.

Identitas kedua pelaku yakni, Rian Anggara dan Rizal Zainuddin, warga Kota Surabaya. Berdasarkan rekaman video amatir, kedua pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga yang telanjur emosi di Desa Brangkal. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi kejadian bahkan sempat kewalahan saat berupaya mengevakuasi kedua pelaku dari amukan massa yang beringas.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas mengamankan kedua pelaku ke Mapolsek Sooko untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Pelaku Rizal Zainuddin diketahui merupakan seorang residivis kasus narkoba yang pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun.

Aksi pencurian ini bermula ketika kedua pelaku menyelinap masuk ke dalam area sekolah dengan cara melompati pagar pembatas. Mereka kemudian membobol ruang guru dan ruang kepala sekolah guna mencari barang berharga.

Nahas, saat tengah mengambil sebuah proyektor yang disimpan di dalam tas laptop, aksi keduanya tepergok oleh salah seorang wali murid yang melintas. Saksi kemudian berteriak hingga memancing kedatangan warga sekitar. 

"Ada wali murid yang tahu (aksi pelaku), lalu saya langsung datang ke lokasi. Warga sudah mengepung dan berhasil menangkap mereka," ujar penjaga sekolah, Slamet.

Kepala SD Brangkal, Fitria Budiarti mengatakan, barang inventaris sekolah yang hendak digondol oleh kedua pelaku adalah sebuah proyektor penunjang belajar-mengajar. Dia juga membeberkan bahwa sekolah tersebut sudah kerap menjadi sasaran pembobolan. 

"Yang diambil adalah proyektor. Aksi pembobolan di sekolah ini sebenarnya sudah terjadi sebanyak tiga kali. Satu kasus sebelumnya gagal mencuri, dan dua kasus berikutnya pelaku hanya mengambil makanan di kantin," kata Fitria.

Di hadapan penyidik Mapolsek Sooko, pelaku Rian Anggara menangis dan berdalih bahwa dirinya terpaksa mencuri karena dihimpit kebutuhan ekonomi yang mendesak.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Pemuda Bobol TK di Ubud, Gasak Uang Pendaftaran Murid Baru Rp20 Juta

57 tahun lalu

Bobol Rumah YouTuber di Bone, Pelaku Ternyata Residivis Pencurian 33 TKP

57 tahun lalu

2 Dukun Pengganda Uang di Mojokerto Ditangkap, Tipu Korban hingga Rp22 Juta

57 tahun lalu

Motor Bersenggolan dengan Pengendara Lain, Buruh Pabrik di Mojokerto Tewas Terlindas Truk

57 tahun lalu

Mojokerto Geger, Supeltas Ditemukan Tewas Mengapung di Aliran Irigasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal