Mereka juga dibekali sejumlah kemampuan khusus yang diperlukan dalam struktur FPU. Pelatihan tersebut meliputi Minpers, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, tim medis, SWAT, sniper, hingga instruktur FPU.
Kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian dari persiapan. Para personel mendapatkan pelatihan bahasa Prancis karena bahasa tersebut digunakan di wilayah penugasan, sehingga diharapkan dapat menunjang komunikasi dan koordinasi selama menjalankan misi.
Selain pelatihan teknis, persiapan kontingen juga mencakup sejumlah agenda strategis. Di antaranya Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, Ground Handling, serta team building.
"Persiapan ini juga mencakup agenda strategis lainnya, seperti Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, hingga kegiatan Ground Handling dan team building," kata Kombes Abast.
Setelah seluruh rangkaian persiapan selesai, kontingen menjalani sejumlah tradisi pelepasan sebelum diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah. Tradisi tersebut antara lain Jalan Juang, upacara pembaretan, dan upacara penutupan resmi.