Marliyem sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang harus memenuhi kebutuhan ketiga anaknya, termasuk Maimunah.
"Sejak lahir sudah tunanetra, dia anak terakhir dari tiga bersaudara. Senang dia bisa hafal Alquran. Dari kecil emang senang ngaji di langgar," ucap Marliyem.