Setelah kegiatan tersebut selesai, YP bersama sekitar 50 orang lainnya kemudian melakukan konvoi sepeda motor menuju arah Krian.
Saat melintas di Jalan Raya Trosobo, rombongan terlibat bentrokan dengan warga. Situasi membuat rombongan tercerai-berai dan sebagian berusaha melarikan diri ke arah Krian.
YP tidak berhasil mengikuti rombongan karena akses jalan tertutup massa. Dia akhirnya tertinggal dan menjadi sasaran pemukulan hingga mengalami luka di bagian kening.
“Dari keterangan korban, saat itu rombongan kocar-kacir. Korban tidak dapat melarikan diri karena jalan tertutup massa dan kemudian mengalami pemukulan,” kata Bagus.
Setelah kejadian, Polsek Taman meningkatkan patroli untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Sekitar pukul 03.30 WIB, Kapolsek bersama Padal dan personel patroli kembali memantau situasi di sepanjang Jalan Raya Trosobo.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi berangsur kondusif. Massa telah meninggalkan lokasi dan arus lalu lintas kembali sepi.
Sementara itu, sepeda motor milik YP yang sempat diamankan di Polsek Taman setelah diserahkan warga kemudian dijemput keluarganya. Sekitar pukul 04.30 WIB, YP bersama sepeda motornya dibawa pulang oleh pihak keluarga.