Cak Anam: Sikap Politik PDIP Selalu Melukai Umat Islam

Ihya Ulumuddin
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jatim, Choirul Anam. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Protes keras atas perkataan "bangsat" yang dilontarkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan terhadap Kementerian Agama (Agama) terus mengalir dari berbagai daerah.

Setelah Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Jabar dan Penyuluh Agama Islam se-Lampung, Ketua PP ISNU, Choirul Sholeh Rasyid, kini giliran tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jatim, Choirul Anam angkat bicara.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Anam itu, apa yang dilakukan Arteria bukan sebatas kritik tapi bentuk kesengajaan. "Saya kira Arteria memang sengaja. Itu juga bukan slip of the tongue (keseleo lidah). Itu disengaja," katanya, Selasa (3/4/2018).

Namun, tokoh yang akrab disapa Cak Anam itu minta masyarakat, terutama umat Islam, jangan hanya terfokus pada manuver politik Arteria, karena dia mencurigai ada desain besar politik yang tengah disiapkan PDIP terhadap pelemahan umat Islam di Tanah Air.

 "Saya tak habis pikir, kenapa sikap politik PDIP akhir-akhir ini selalu melukai umat Islam. Saya katakan umat Islam karena yang tersakiti bukan kelompok atau organisasi, tapi yang mengaku muslim saya kira tersakiti," ucapnya.

Apalagi, tambahnya, hal itu terjadi secara berurutan. Sebelum kata "bangsat" muncul, umat Islam dilukai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus Surat Al Maidah Ayat 51, kemudian pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri pada HUT ke-44 PDIP yang sampai dihukumi haram lewat forum bahtsul masail kubro di Ponpes Ploso, Kediri, awal Maret 2017.

Karena itu, Cak Anam mengajak umat dan para pemimpin organisasi Islam, agar mewaspadai desain 'politik merah' tersebut. "Ini bukan persoalan kecil, ada runtutannya. Jangan-jangan setelah ini ada lagi yang lebih besar dan umat Islam akan semakin terlukai," paparnya.

Meski tak lagi aktif di dunia 'persilatan politik', Cak Anam mengaku paham cara-cara seperti itu, karena dia mantan ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim selama dua periode serta ketua umum DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

"Bisa saja nanti ada gerakan lagi yang lebih besar untuk mendegradasi Kemenag. Nanti ujung-ujungnya minta Kemenag dibubarkan, mungkin begitu. Itu menurut analisa saya," katanya.

Lebih dari mendegradasi Kemenag, desain politik PDIP yang dibaca Cak Anam adalah sekularisasi Indonesia. Apalagi sekarang banyak yang mengatakan jangan ada agama apapun yang mengklaim terhadap Pancasila.

"Pancasila tidak boleh dikatakan islami dan seterusnya, ini kan sekuler. Mengingkari para pendiri bangsa. Jadi targetnya sekularisasi, kemudian kapitalisme dan seterusnya. Ini sangat bahaya!" tegasnya.

Kalau pemimpin organisasi keagamaan sekarang masih diam, menurut Cak Anam, hal itu bisa dimaklumi lantaran mereka tak ingin bikin situasi gaduh di Tahun Politik (Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019).

"Tapi saya sebagai orang Islam, ingin memberikan informasi kalau persoalan politik seperti ini juga terjadi di zaman Belanda dan memang by design," kata menantu cucu pendiri Taswirul Afkar, KH Ahmad Dahlan Kebondalem Surabaya itu.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
4 hari lalu

Polisi Ungkap Motif Dendam di Balik Pencurian Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya

4 hari lalu

Nekat Curi Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya, 1 Pelaku Ditangkap 1 Diburu

10 hari lalu

Update Ledakan Tabung Gas di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan dan 16 Kendaraan Rusak

10 hari lalu

Kesaksian Warga saat Ledakan Pakuwon City Surabaya, Pintu Bergetar Dikira Gempa

2 bulan lalu

2 Bangunan Usaha di Surabaya Hangus Terbakar, Kerugian hingga Rp1 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal