Mereka berdua pun hanya tersenyum ketika ditanya topik tersebut, jawaban mereka pun sangat simpel. Yakni supaya lebih mudah melakukan survei online dan bisa bersama-sama dilakukan dari rumah tepatnya di Tabanan, Bali.
Hal itu berhubungan dengan mata kuliah pilihan yang mereka ambil pada semester delapan yakni Manajemen Kefarmasian II. Mata kuliah tersebut lantas mengantarkan keduanya mengambil tema skripsi tersebut.
Andari dan Andani menmbahkan, keduanya tidak lagi mengejar pencapaian personal. Yang mereka cari ialah aktualisasi diri dan kebersamaan. Putri dari pasangan AA Ketut A Wiryawan dan Dwi Eli Yuliani itu membeberkan sering bertukar informasi baik tugas maupun ujian-ujian selama kuliah saat semester awal karena kelasnya berbeda.
Namun dengan kelas yang berbeda membuatnya harus saling menunggu lantaran motornya hanya satu, sementara jadwalnya berbeda. Selanjutnya gadis kembar ini memutuskan untuk menyatu pada semester berikutnya. Selain disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, Andari dan Andani juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Hindu.
Dalam prosesnya, mereka sering menghabiskan waktu bersama dengan menyanyi. Kesamaan itu yang membuat mereka bisa lancar menyelesaikan studi du Unair. Ketika menghadapi situasi buruk, keduanya saling menjadi tempat berkeluh kesah, saling menjadi bahan bakar supaya semangatnya terus berkobar.
Terlebih hidup di perantauan mereka mengaku mengalami culture shock. Namun, mereka meyakini bahwa dengan niat dan semangat yang tinggi keduanya bisa menuntaskan studi bersama-sama.
“Tetap semangat, mencapai gelar sarjana memang bukan perkara mudah. Selain ada niat dan semangat juga libatkanlah doa orang tua. Kemudian buat yang rantau, nikmatin aja culture shock-nya karena kalian bisa belajar berbagai logat dari berbagai daerah,” katanya.