Menurut warga, ayah empat anak itu tinggal di rumah kontrakan sejak bulan Januari atau baru lima bulan yang lalu. Dia tinggal bersama seorang isteri dan dua orang anaknya.
Di mata warga sekitar, terduga AS dikenal sebagai sosok lelaki pendiam. Namun, dia senang bergaul dengan masyarakat sekitar. AS juga terlibat dalam kegiatan kampung mulai dari jamaah pengajian hingga arisan RT.
“Dia itu orangnya selama ini mudah bergaul dengan masyarakat di sini. Dia juga ikut kegiatan-kegiatan di lingkungan ini,” kata tetangga, Siti.
Sementara dari pantauan, setelah penggerebekan Densus 88, rumah kontrakan AS tidak dipasangi garis polisi.