Kapolsek Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, AKP Supriadi mengatakan, petugas sempat kesulitan saat proses evakuasi pelaku. Karena kondisi rumah saat itu dalam kondisi gelap dan dia memegang senjata tajam.
"Dia memang mengalami gangguan jiwa, dan pernah dibawa ke Kabupaten Nganjuk untuk proses pengobatan," ujar dia.
Setelah dibawa ke Mapolsek Dawarblandong, petugas baru memastikan jika pelaku mengalami gangguan jiwa. Dia pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Nganjuk, dan satu tahun terakhir berada di rumah.
Selanjutnya polisi membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang untuk kembali mendapat perawatan. Sedangkan korban masih dalam penanganan intensif pihak rumah sakit.