Diduga Gangguan Jiwa, Ibu Sekap 3 Anak di Rumah Selama Setahun

Achmad Saif Hajarani
Tim gabungan melihat kondisi rumah ibu yang menyekap tiga putrinya di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jatim. (Foto: iNews/Achmad Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Tiga anak di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), disekap ibu kandungnya di rumah selama kurang lebih setahun. Mereka dilarang keluar dan bersekolah. Sang ibu diduga tega berbuat seperti itu karena mengalami gangguan jiwa setelah bercerai dengan suaminya.

Ibu ketiga anak perempuan yang masing-masing berusia 13 tahun, 11, dan 6 tahun itu, akhirnya diamankan petugas gabungan dari Dinas Sosial, Komisi Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI), polisi, dan TNI, Selasa, 2 Januari 2017. Saat tim gabungan mendatangi rumah ketiga anak itu, ibu mereka, Alikah (47) sempat melakukan perlawanan.

Namun, tim berhasil mengamankannya dan membawa ke Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Lawang Kabupaten Malang, untuk mendapat perawatan. Sementara tiga anaknya dibawa ke UPT Puskesmas Bululawang Ponkesdes Sudimoro, Kecamatan Bululawang.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bululawang Kompol Supari mengatakan, penyekapan itu terungkap dari laporan warga yang curiga karena ketiga anak Alikah tak pernah terlihat keluar rumah ataupun sekolah. Tak hanya itu, semua pintu ditutup rapat dengan kayu dan jendela ditutup rapat dengan kardus. Alikah diduga hanya memberikan makan ketiga anaknya dengan makanan seadanya.

”Rumah tersebut terkunci, dirantai sama ibunya, dan jendela-jendela ditutupi. Hanya ibunya ini yang keluar untuk kebutuhan belanja atau menjahit. Akibatnya anak-anaknya terkunci di dalam sehingga tidak bisa sekolah, tidak bisa beraktivitas dan bermain dengan teman-temannya,” papar Kompol Supari, Rabu (3/1/2018).

Alikah diduga menyekap anaknya karena mengalami gangguan jiwa dalam tiga tahun terakhir, setelah bercerai dengan suaminya Romli. “Mungkin yang mendasari penyekapan ini karena ibu ini mengidap gangguan jiwa setelah bercerai dengan suaminya. Awalnya tidak ada gangguan jiwa, tapi berlarut-larut, timbullah gangguan jiwa itu hingga dia akhirnya menyekap anaknya di rumah,” papar Supari.

Sementara para tetangga Alikah juga mengaku sering mendengar anak-anaknya berontak dengan menggedor pintu dan menangis meminta keluar rumah. Namun, ibunya melarang. Sementara para tetangga tak berani menyelamatkan anak-anak Alikah karena takut.

“Ya dia tertutup, tak pernah bertegur sapa. Tetangga di sini ya takut mau tanya-tanya. Kalau ditanya, jawabnya langsung marah. Anak-anaknya kan pernah gedor-gedor pintu  mau minta keluar, pengen main sama temannya, tapi enggak dibolehin sama ibunya,” papar tetangga Alikah, Sri Utami.

Sri Utami menambahkan, sudah hampir dua tahun terakhir tidak pernah melihat dua putri Alikah bersekolah. “Dulu dua anaknya masih sempat sekolah, anak yang pertama dan kedua. Kalau yang ketiga memang belum sekolah,” kata Sri Utami.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Pria ODGJ Mengamuk Tenteng Pedang di Sragen, 3 Warga Terluka saat Evakuasi

2 bulan lalu

Fakta Baru Anak Bunuh Ibu di Bojonegoro, Motif Frustrasi hingga Rasa Iba Terungkap

2 bulan lalu

Karawang Geger, Mayat Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pinggir Sawah

5 bulan lalu

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi Perhatian

6 bulan lalu

Motif Ayah Sekap 3 Anak di Bandung Terungkap, Dipicu Ribut dengan Sang Istri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal